Turki Jalin Kerjasama dengan Indonesia Untuk Buka Bisnis Impor Lada – Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai momen yang baik bagi negara Turki dan Indonesia. Pasalnya melalui forum yang diadakan di ibukota negara Turki yaitu Istanbul, Turki membuka adanya peluang kerjasama dengan Indonesia untuk bisnis ekspor rempah rempah berupa lada. Dalam acara forum yang sedang berlangsung pada tanggal 29 April 2019 tersebut, telah dihadiri sekitar 60 pengusaha Turki dan narasumber Indonesia. Seperti yang kita ketahui Indonesia dengan Turki sudah lama menjalin persahabatan dan berbagai kerjasama yang baik guna untuk kedaulatan masing-masing negara. Saat ini Turki kembali membuka peluang bagi Indonesia untuk ekspor rempah lada dan hasil bumi lainnya dari Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, negara Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil rempah dan hasil buminya sejak zaman penjajahan dahulu kala. Tak heran jika negara luar berbondong-bonding untuk menjalin kerjasama bisnis dengan Indonesia. Begitupun dengan Turki, selama ini Indonesia dan Turki menjalin hubungan baik dan tidak pernah terlibat perseteruan yang serius hingga mengakibatkan ketegangan yang panas. Pada kesempatan tersebut perwakilan dari Indonesia yakni ketua APOLIN yang membahas tentang produk industri dari Indonesia yang banyak diimpor ke negara Turki dan produk industri yang sifatnya sangat ramah lingkungan. Kegiatan tersebut telah menghasilkan kerjasama bisnis diantara ketiga importir lada Turki dengan produsen dari Indonesia. Perekonomian Turki yang stabil dinilai mampu menambah devisa negara Indonesia dengan adanya kerjasama baru antar dua negara ini.

Turki dan Indonesia harus saling senantiasa mendorong komunitas bisnis yang menjalin kerjasaman untuk lebih saling mengenal satu sama lain serta menjalin kerjasama bisnis dengan waktu yang lebih intensif dan menguntungkan kedua pihak. Ini semua semata-mata dilakukan untuk mendorong kemajuan dan kelanggengan hubungan kerjasama dua negara. Masyarakat Turki yang dominan Beragama islam tentu serupa dengan masyarakat Indonesia. Jenis makanan yang diolah juga tidak terlalu beda, hanya saja pemakaian bumbunya saja yang jauh lebih kuat dengan aroma timur tengah yang unik. Pemakaian lada di Turki memang lebih dominan, karena masyarakatnya tidak menyukai masakan atau makanan menggunakan saus, mereka lebih memilih memcampurkan lada pada masakan mereka agar cita rasa masakan tetap terjaga. Kebiasaan masyarakat Turki inilah yang membuat Turki harus impor rempah lada dari negara lain, dan negara dengan tingkat kesuburan yang bagus salah satunya adalah Indonesia.

Negara dengan beragam olahan sumber daya alamnya yang melimpah ini memang kerap menjadi tujuan utama negara luar mengimpor sumber daya alam yang tidak ada di negaranya. Kondisi geografi Turki yang tidak sesubur Indonesia dan cahaya matahari yang diterima jumlahnya terbatas membuat rempah lada tidak bisa bertumbuh baik di negara tersebut. Selama ini ada beberapa bidang potensial yang digarap bersama, yaitu infrastruktur, energy, makanan, dan agribisnis, serta pertahanan. Indonesia dan Turki sepertinya saat ini tengah melihat peluang bisnis di nusantara. Selain lembaga pemerintahan, organisasi pengusaha kedua negara membentuk kelompok kerja untuk memetakan isu-isu penting, adanya peluang sekaligus tantangan yang akan dihadapi di era global ini. Salah satu kerja sama ekonomi kedua negara yang dinilai berhasil dan terus berjalan sampai saat ini adalah pembangunan prototipe medium tank antara PT Pinpad dengan perusahaan pertahanan Turki. Tentu ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi Indonesia juga di mata dunia. Ke depannya, semoga bisnis perjudian online Turki dan Indonesia tetap berjalan lancar dan semakin maju sehingga produk permainan agen bola yang dipasarkan oleh Turki ke Indonesia bisa berkembang dengan pesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *