Temuan Cadangan Gas Alam Turki di Laut Hitam – Hingga saat ini, gas alam dan minyak bumi masih menjadi salah satu sumber utama energi di dunia. Walau energi terbarukan sudah mulai dipopulerkan dan menjadi pilihan dari berbagai negara di dunia, ini tidak membuat minyak bumi dan gas alam seketika dilupakan. Kenyataannya, kebergantungan pada sumber daya berbahan bakar fosil ini masih sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor ekonomi, baik itu untuk transportasi hingga sumber daya listrik negara. Karena itu, eksplorasi sumber-sumber gas alam dan minyak bumi terus dilakukan, dan negara bisa dipastikan akan menjadi sangat kuat dan kokoh ekonominya ketika memiliki cadangan sumber daya ini dalam jumlah besar. Di pertengahan bulan lalu, Turki juga menggemparkan dunia dengan temuan cadangan gas alam yang baru saja ditemukan. Temuan ini menjadi hal yang sangat mengagumkan bagi negara Turki karena cadangan yang didapatkan memiliki kapasitas yang sangat besar.

Secara khusus, Presiden Recep Tayyip Erdogan memberikan kabar baik di depan media massa. Cadangan gas alam ini bahkan mencapai jumlah 320 miliar meter kubik. Ini tentu menjadi jumlah yang sangat besar, dan ini akan menjadi komoditas ekonomi yang mampu mendongkrak pencapaian yang dimiliki oleh negara ini. Cadangan gas alam ini ditemukan di wilayah Laut Hitam, dan penemuan ini tidak lepas dari jasa kapal bor seismik yang bernama Fatih. Kapal ini merupakan kapal bor seismik pertama yang dimiliki oleh Turki dan dalam eksplorasinya telah memberikan pencapaian yang mengagumkan. Di wilayah Laut Hitam inilah tepatnya cadangan gas alam tersebut ditemukan, yakni di area zona Tuna-1.

Dalam pernyataannya, Presiden Erdogan juga menambahkan bahwa angka 320 miliar meter kubik ini belumlah angka total dari yang sebenarnya bisa didapatkan. Beliau mengatakan bahwa ini masiih merupakan temuan kecil ladang sumber daya minyak serta gas yang dimiliki oleh Turki. Pernyataan ini tentu sangat menarik karena ini menunjukkan bahwa Turki masih memiliki cadangan sumber daya gas alam dan minyak dalam jumlah yang lebih besar. Presiden Erdogan pun menyebut ini akan menjadi suatu periode baru bagi negara Turki. Setelah penemuan ini, berbagai perencanaan pun sudah dibuat, dan nantinya gas alam ini akan ditujukan untuk konsumsi public mulai dari tahun 2023.

Yang juga menarik dari kabar ini tidak hanya besarnya kapasitas gas alam tersebut, tapi juga peran dari kapal bor seismik yang digunakan. Sebagaimana yang disebutkan, ini adalah kapal pertama yang dimiliki oleh Turki. Kapal ini dinamai Fatih yang merujuk pada nama tokoh besar Muhammad Al-fatih. Beliau adalah seorang penakluk Kota Konstantinopel di masa lalu. Nama ini diberikan untuk menghormati dan mengenang jasa tokoh luar biasa ini. Siapa yang menyangka pula bahwa kapal Fatih ini pun kemudian bekontribusi dalam membawa suatu periode baru bagi negara Turki dalam pengelolaan minyak serta gas bumi.

Kapal ini memulai pelayaran perdana pada 25 Juni 2020. Ini merupakan saat-saat di mana Turki sebenarnya sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang kemudian memuncak di negara tersebut. Namun, kondisi ini tidak menghalami keputusan pemerintah untuk tetap menjalankan pelayaran perdana Kapal Fatih ini. Hal ini karena berbagai perencanaan dan persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, dan ini pun menjadi suatu misi serta proyek yang sangat penting. Pengeboran pertama pun kemudian dilakukan di bulan Juli di Zona Tuna-1 yang kemudian menemukan cadangan sumber gas alam tersebut. Kapal Fatih sendiri memiliki panjang total sekitar 229 meter dengan berat kotor mencapai 5.283 ton. Kemampuan pengeboran dari kapal bor seismik ini mampu mencapai kedalaman 40.000 kaki. Jika kalian ingin tahu lebih detail tentang informasi kapal tersebut, anda bisa mengaksesnya melalui http://104.145.231.244.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!